artikel, demo sound, band profile send to: noiseblast.media@gmail.com

KEMAJUAN OLAHRAGA DAN TINGKAT IDEALISME MASYARAKAT



Di Jaman Bung Karno kita adalah juara dua setelah Jepang untuk Asian Games, India sirik ama kita, dibikinlah aksi protes Mr. Sondi salah seorang chief officer Asian Games dari India, lalu rakyat ramai-ramai ganyang Sondi, hampir aja jadi kerusuhan rasial orang-orang keturunan India ampir di sweeping, di Pasar Baru toko tutup semua, seluruh tukang Martabak tidak lagi pake merek "Martabak Asli India" tapi jadi Martabak dengan aneka merek, seperti Martabak Terang Bulan atau Martabak Lebak Siu. "Asli India-nya" dicoret gara-gara Ganyang Sondi itu, di Jaman Bung Karno sepakbola kita pada Olimpiade menahan seri Sovjet Uni, tahun berikutnya kita bikin Ganefo (Games New Forces), sebagai tandingan Olimpiade, kita menjadi bangsa terkuat olahraganya di Asia. RRC belum ada apa-apanya dibanding kita. 

Di depan para kontingen olahraga yang dijamu Bung Karno pada Asian Games 1962, Bung Karno berkata dalam bahasa Inggris : "Olahraga itu adalah elan vital, sebuah daya hidup, sebuah kebangkitan dalam jiwa manusia, ia api dari djiwa manusia itu sendiri, siapa yang djiwanya bersih ia akan sportif, ia akan kuat, dan kumpulan dari jiwa-jiwa manusia itu adalah bangsa, olahraga itu membangun bangsa, membangun persaudaraan, membangun persaudaraan sekali lagi membangun persaudaraan diantara umat manusia". 

Pada jaman Pak Harto olahraga kita mundur bila dibandingkan dengan jaman Bung Karno tapi masih membanggakan, di Jaman Pak Harto pula Indonesia pertama kali mendapatkan medali perak olimpiade lewat cabang Panahan, kemudian Susi Susanti dan Alan Budikusuma juga mendapatkan emas olimpiade, saat itu tahun 1988 rakyat gembira semuanya, melihat Indonesia jaya di Olimpiade, tahun sebelumnya Yustedjo Tarik juga bikin gebrakan di Asian Games dengan mendapatkan medali perak, gaya Yustedjo Tarik ini mirip John McEnroe yang marah-marah mulu, Yustedjo sering banting raket juga. Saat jaman Harto ada Petenis Yayuk Basuki, ada Pelari cepat Purnomo dan banyak atlet berbakat, kita masih kuat di Asia, minimal terkuat di Asia Tenggara. 

Di jaman SBY medali yang didapat hanya perunggu, bulutangkis kita lewat, sepakbola kita kalah melulu sama Malaysia, olahraga hanya dijadikan mainan proyek bukan sebagai ladang peningkatan prestasi negara, Di jaman Bung Karno ia menyelesaikan proyek Gelora Bung Karno sebagai stadion olahraga terbesar sedunia dengan cepat dan tanpa korupsi, Menteri Olahraga kita adalah Maladi yang turun sendiri menjaga gawang Timnas Republik dulu kita menjadi bangsa terhormat dalam bidang olahraga sekarang kita seperti negara pariah dalam barisan negara-negara modern. Memalukan sekali.....

Gambaran sejarah ini membuktikan bahwa olahraga itu berhubungan erat dengan tingkat idealisme masyarakatnya. Tapi janganlah putus harapan bangsaku, setelah 2014 nanti, setelah penggantian rezim ini, Olahraga kita harus bangkit, seluruh lini kehidupan harus bangkit, untuk menjadi negara terkuat di Asia, kita bukan bangsa cengeng!! 

KOLEKTIF KURANG KERJAAN

Buat teman-teman yang mau berkontribusi silahkan aja kirim artikelnya ke: noiseblast.media@gmail.com DAN KAMI TIDAK BERHAK MENGEDIT ISI DARI TULISAN ANDA!!

 
Bagikan